Selamat Datang dan Jangan Pergi Lagi....

Photobucket
Kau Boleh Datang...
Kau Boleh Menengok....
Kau Boleh Berkunjung...
Kau Boleh Berkata...
Kau Boleh Menghakimiku...
Tapi Kau Tak Boleh PERGi...

... Namun Saat Kau memaksa Pergi ...

Pergilah dan Jangan Menoleh lagi....


Sabtu, 20 Agustus 2011

Dipelukmu, ingin aku kembali menjadi anak anak saja.

Sekarang aku mengerti arti pesanmu dulu itu, Ibu.
Kenapa aku tak boleh makan Kembang Gula terlalu banyak.
Kenapa aku tak boleh main Boneka terlalu sering.
Dan kenapa aku tidak boleh sendiri keluar rumah.
Aku pikir kau terlalu khawatir yang sangat berlebihan padaku.
Sehingga aku selalu berteriak dan mengabaikanmu.
Bocah sombong yang selalu berkata "AKU SUDAH BESAR "sambil menangis.

Ibu, rasanya aku ingin dicubitmu sekali lagi karena kebandelanku.
Aku ingin jeweran itu lagi karna tak mengindahkan nasehatmu.
Juga pukulan dengan sehelai lidi itu tatkala aku lupa memakai sandalku ketika diam diam keluar rumah.
Aku ingin menjadi putri kecilmu lagi.
yang dimakimu tapi bebas untuk mengaduh duka dan berceritera panjang.
Yang dimakimu tp kau perduli pada air mataku.
Dan setelahnya, kau temani aku tidur hingga lelap.

Hari ini Ibu,
Aku mengerti sangat mengerti.
arti dari setiap kata "Tak boleh" dari ucapmu.
Bocah kecil yang sombong itu ibu, kini menangis.
Tp tak ada yang perduli selain engkau.
Kedewasaan ini tak berarti apa.
Karena tetaplah aku seorang anak bagimu
Yang masih butuh tuntunan bagaimana untuk terus bahagia dan bertahan dihari yang semakin mendewasakan aku.

Dipelukmu... Ingin rasanya aku kembali menjadi anak-anak saja.

dinihari menjelang sahur
15agustus2011
Ozwel

Minggu, 14 Agustus 2011

celoteh semalam itu

Baru semalam kita bercinta
berkata kata dengan kata yang kupikir
hatimu penuh sesak olehku
tapi ternyata masih ada sisa ruang untuk yang lain disana
seruang yang dulu pernah ada
Sebelum aku !!!

Berkatalah padaku apa alasannya
aku tidak berkeberatan untuk membagimu
karena kusadari
 dan harus kumengerti
begitulah kenangan ....
Berlalu tapi masih terasa sayang untuk dilepas begitu saja


Ozwel 15 July 2011





Sabtu, 06 Agustus 2011

Kutemukan Jawaban dalam setiap pertanyaanku.

Siapa yang tau?
Telaga Raksasa yang tampak begitu tenang
Tetapi ada harus hebat di dalamnya.

Siapa yang tau?
Permadani Langit yang megah
Ternyata menyimpan mendung yang gelap.

Siapa yang tau?
Milyaran bintang yang cantik.
Hanyalah kesemuan belaka.

Siapa yang tau?
Apakah hari esok yang penuh mimpi
Akan menjadi ujung dari sebuah narasi.

Siapa yang Tau?
Kamu atau Bahkan akupun Juga tak akan tau.

Lalu siapa yang tau?
Takdir Sang Ilahi Robbi
Itulah pernyataan dari setiap pertanyaan.

Ozwelzajalah
2agustus2011
Happy Ramadhan

Jumat, 15 Juli 2011

Aku Berpikir dengan Rasa, Berprasangka untukmu Lelaki

Malam terus berjalan semakin larut
Dan aku masih terlarut pada yang sudah - sudah.
Kalut mengajakku berpikir secara perempuan.
Ya, ini aku yang menggunakan Rasa bukan Logika.
Dimana Curiga dan Prasangka buruk menjadi jadi memenuhi otak dan hati.

Ah kamu, yang selama ini tampak sempurna dimataku.
Yang kukagumi kamu diam-diam dibalik hati kecilku.
Meski celoteh dan sindiran menghardikmu disetiap hari saat kamu bersamaku.
Tapi ternyata sama saja.
Sama halnya dengan pria pria lain
Yang sering kutemui di terminal dan stasiun kereta jalanan.
Bedanya kau menyimpannya dengan pesona yang menarikku hingga kujatuh padamu.

Apakah aku tidak cantik sayang?
Apa aku tidak semolek yang lalu?
Itukah alasan mengapa yang lalu mendominin dihatimu?
Apakah aku kurang meyakinkan bahwa hatiku penuh sesak olehmu?
Aku tidak lebih hebat dari padanya ...!!!!
Kompleksnya begitu bukan?
Kusadari itu sejak lama.
Hanya saja kutak yakin
Namun, malam ini kau berikan jawabannya.

Tiba tiba saja aku ingin kembali menjadi normal.
Rasanya aku perlu ke Panti Rehabilitasi.
Atau Menaturalisasi hatiku.
juga mencoba menawarkannya pada yang lain.
Yang mampu menatapku hanya satu padaku,
Tanpa kedip apalagi menoleh!!
Mana mungkin???
Lelaki dan dunianya.
Menikmati Nostalgia dengan nyanyian nyanyian everlasting
Sesekali perlu kujejali...
Bagaimana Hidup dengan Hati " Lelaki "
Ya... Tunggu saja !

14 july 2011
larut malam yang membuatku semakin kalut
Oditz Zwanderella

Sabtu, 25 Juni 2011

Kepadamu yg selalu Kepadaku

dari kemarin...
Aku ingin selalu rebah disana.
Pada dada yang tak bidang.
Namun cukup mampu menopang kepalaku hingga lelap, sayangku.

Disana tak perlu kuceritakan tentang gundah yang kurasa.
Meski tak terkata...
Kau cukup pandai membaca hariku yang tak biasa.

Tak ada bait yang keluar dari mulutmu.
Cukup kau belai aku diribuan ombak helai rambutku.
Merapikannya satu persatu..
Dengan bisikan ayat ayat Al-Quran.
....dan kau tak pernah pergi..
Selalu hadir disini..
Memastikan bahwa aku benar benar terlelap hingga pagi.


Kata disepanjang perjalanan.
Soerabaja-Situbondo.
13juni2011

Celoteh : jangan menangis OzweL

Aku menangis dalam terang dikerumunan massa yang bermimpi sama.
Dan aku menggigil ditengah terik siang yang menyengat.
Apa Aku baik baik saja?.
Tidak.
Aku sedang tidak baik !

Berdiri aku di depan cermin.
Bukan untuk menanyakan siapa yang tercantik.
Tapi untuk memastikan.
Benarkah aku tidak cantik?
Dan aku menangis (lagi)

Ah seandainya....
Sulaman si Jubah Putih bisa sedikit lebih rapi dan hati hati.
atau Kilo bisa kukurangi dalam sekian hari.
Aku pasti tidak akan menangis (lagi dan lagi)

Berperang aku dg hati yang tercengkram peDih.
Sulit sekali untuk ikhlas dan mengerti.
Ini tak bisa kupahami,
Apa yang sebenarnya dicari?
Cantik dan Molek menjadi sakral untuk dipilih.

Aku berbicara pada hati yang untuk kesekian kali mengeping.
"bermimpilah sekali lagi...
Di lain mimpi .
Jangan tIdur lagi.
Namun kejarlah mimpimu sampai dapat!!!
Cariii....
Gali...
Dan terus bersemangat.
Percaya, Senyummu pasti akan Kembali lagi.

Maka, Jangan Menangis OzweL.
Hapus air mata dan kembalilah menata hati.
Persiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih Gila.


Ini celoteh seorang OzweL
Dini hari 1/2 tiga di 12juni11

Minggu, 05 Juni 2011

e 63 ku dan Aku yg Ceroboh

Diantara banyak Pilihan yang ada saat ini.
Sulit untuk dikatakan bahwa kau istimewa.
Tak ada Pin.
Tak menghasilkan gambar yang indah.
Mereka Bilang Kau tak Canggih.
Bahkan saat aku kehilanganmupun.
Seirama Paduan Suara " Gantinya BB dunkz..."

BB memang menawan hati.
Menggoda hasrat tuk jua memilikinya.
Tapi Bagaimana bisa aku menggantinya dg BB, sementara dia Tidak ?!!
Curiga dan Prasangka buruk akan menjadi 2 Musuh besar untuk perjalanan Cintaku.

Ah 63, betapa kini kau tersa Istimewa untukku.
3hari tak bersama ternyata membuatku Rindu bukan kepalang.
Sulit dibayangkan memang Bila kau kembali tuk temani hariku lagi.
Menghubungkan aku dengan yang lain.
Tak Mungkin.
Mana bisa??
Mimpi kali Yee...

Biarlah celetukan celetukan itu hiasi hariku ketika kehilanganmu.
Yang penting... Kini kau Kembali....
Kembali Temaniku.

Siapa Bilang kau tak Canggih?
Yg tak ber-Pin tapi ber-Pasword membuatmu kembali padaku.

Dan meski kau tak menghasilakan gambar yang bagus.
Nyatanya aku selalu tampak indah terbidik olehmu.

Ah .. 63 merah maroonku.
Selamat datang Kembali di Genggamanku.
Kujanjikan...
Tak lagi Ceroboh dan sering membiarkanmu tergeletak begitu saja.


31 Mei 2011
AKhir Mei yang Indah.
Tulisan dalam sebuah Perjalanan.

OzweL
"...kehilangan memberiku pelajaran bahwa yg biasa sebenarnya istimewa.."