Selamat Datang dan Jangan Pergi Lagi....

Photobucket
Kau Boleh Datang...
Kau Boleh Menengok....
Kau Boleh Berkunjung...
Kau Boleh Berkata...
Kau Boleh Menghakimiku...
Tapi Kau Tak Boleh PERGi...

... Namun Saat Kau memaksa Pergi ...

Pergilah dan Jangan Menoleh lagi....


Tampilkan postingan dengan label Coretan Oditz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan Oditz. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2012

dengan Percaya aku Mencintaimu

Ketika malam semakin larut
dan ketika banyak orang mulai terlelap
aku datang kepadamu
untuk bercerita, tentang betapa gembiranya hatiku

aku ingin membagi tawaku
dan bukan hanya tangisanku kepadamu
langitpun semakin tinggi
udara semakin senyap
malam semakin gelap dan membisu
namun Engkau, Mendengar ceritaku

terimakasih atas senyuman yang engkau berikan
senyuman yang tepancar dari hati yang penuh sesak ini
sesak yang menguatkan aku untuk tetap bahagia
karena, ketika aku benar -benar sendiri
nyatanya, aku tidak benar-benar sendiri
ada engkau yang selalu bersamaku.

Aku mencintaimu. . . .
Karena zeisi jagat raya ini bekerjasama
membantuku untuk menemukanmu

aku sangat mencintaimu
karena semua yang terjadi
membuka mataku untuk lebih dekat denganmu.
TUHANKU,Maha Besar ALLAH SWT
hanya engkaulah yang akan bersemayam di dada
pAda hatiku, yang PERCAYA


Oditz Zwanderella
10 January 2012
Ketika semua sibuk dengan urusannya masing masing

Minggu, 08 Januari 2012

Temanku dan Cintanya

Dear : Putri Ayu Saifulina
Temanku,. .
Bagaimana aku harus mulai bercerita kepadamu?
tentang Imam yang kau cinta,,
yang melibatkan hati, jantung , rasa , darah dan partikel partikel penyusun Kamu.

Entah, aku yang banyak bicara ini,,
Tiba tiba mati kata ketika harus mengungkapnya kepadamu.
Temanmu ini. . .
yang biasanya pandai memilih kata
seolah seperti keledai yang sangat dungu
Diam, Melongo, Bahkan tak mampu untuk melihatmu.

Temanku, . . .
Tidakkah kau coba lihat di surau surau itu
yang tidak bercahaya petromak
ada banyak imam disana,
Imam yang lain, yang hidup dengan cahaya keabadian yaitu, Ayat -ayat ALLAH
Kenapa harus kau pilih Petromak?
yang minyaknya kapan saja bisa membakarmu dan luka,
seperti ini.

Tahukah kamu?
ingin kupadamkan Api ini
Tapi tak kuasanya aku melihatmu dengan tangis harap akan dia
Apalagi yang harus aku lakukan , sayang?
Sementara Jalan Dosa sudah kita tempuh.
dan tetap Jari manismu tak Dia pilih sebagai pengikat Cinta
Dan kini, aku hanya punya pelukan untuk mendekapmu Erat
Berharap Pelukanku mampu kembalikan Utuh hatimu.

Kemarilah, Kemarilah temanku yang Ayu,
Jangan Biarkan air mata dan suara sakitmu menggema
Cukup aku yang mendengar
Cukup aku yang Rasa
Cukuplah aku saja
Teman yang selalu ada Untukmu


3 January 2012
Oditz Zwanderella
Bila Waktu tak mengungkap,
Biarlah yang tersembunyi menjadi Rahasia